Detail Berita

Informasi lengkap seputar berita dan kegiatan Prodi BKI

Uncategorized

Mahasiswa BKI IAIN Langsa Laksanakan Bimbingan Kelompok di MTs Geudubang Aceh

Administrator
16 July 2026
39 views
4 menit baca
Bagikan:
Mahasiswa BKI IAIN Langsa Laksanakan Bimbingan Kelompok di MTs Geudubang Aceh

Mahasiswa BKI IAIN Langsa Laksanakan Bimbingan Kelompok di MTs Geudubang Aceh

LANGSA — Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam (BKI) IAIN Langsa melaksanakan kegiatan bimbingan kelompok bertema “Membangun Remaja yang Sehat, Percaya Diri, dan Berkarakter” di MTs Geudubang Aceh, Kecamatan Langsa Baro, Kota Langsa, pada Selasa, 14 Juli 2026.

Kegiatan tersebut diikuti oleh 60 peserta didik yang terdiri atas 28 laki-laki dan 32 perempuan. Pelaksanaan bimbingan kelompok bertujuan meningkatkan pemahaman peserta didik mengenai berbagai persoalan yang sering muncul pada masa remaja serta mengembangkan kemampuan dalam menentukan sikap yang sehat, bertanggung jawab, dan sesuai dengan nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari.

Peserta didik dibagi ke dalam beberapa kelompok berdasarkan topik pembahasan yang telah ditentukan. Topik yang dibahas meliputi perundungan, keberanian menyampaikan laporan ketika mengalami atau menyaksikan perundungan, pacaran pada usia remaja, pergaulan bebas, bahaya rokok, judi online, kecanduan game online, kecanduan media sosial, fenomena fear of missing out atau FOMO, pola pengasuhan strict parents, kekerasan dalam rumah tangga, program Makan Bergizi Gratis, dan penerapan gaya hidup sehat. Pemilihan topik disesuaikan dengan karakteristik perkembangan remaja serta persoalan yang berpotensi dijumpai dalam lingkungan sekolah, keluarga, pertemanan, dan ruang digital.

Proses layanan dilaksanakan dengan mengoptimalkan dinamika kelompok sebagai unsur utama dalam bimbingan kelompok. Mahasiswa berperan sebagai pemimpin kelompok yang memfasilitasi proses pembahasan, menyampaikan pertanyaan pemantik, mengarahkan interaksi antaranggota, serta memberikan kesempatan kepada setiap peserta untuk mengemukakan pendapat dan pengalaman yang relevan dengan topik.

Dinamika kelompok berkembang melalui kegiatan saling mendengarkan, memberikan tanggapan, mengajukan pertanyaan, dan mendiskusikan alternatif penyelesaian terhadap situasi yang dibahas. Proses tersebut memberikan ruang bagi peserta didik untuk memahami persoalan dari berbagai sudut pandang, meningkatkan keberanian berkomunikasi, serta belajar menghargai perbedaan pendapat dalam kelompok.

Bimbingan kelompok tidak hanya diarahkan pada penyampaian informasi, tetapi juga pada pengembangan kesadaran, kemampuan refleksi, dan keterampilan pengambilan keputusan. Pada pembahasan mengenai perundungan, peserta didik memperoleh penguatan untuk tidak melakukan tindakan perundungan, tidak membiarkan tindakan tersebut berlangsung, serta berani mencari bantuan kepada guru, orang tua, atau pihak lain yang dapat dipercaya.

Pada topik penggunaan teknologi digital, peserta didik diarahkan untuk memahami pentingnya pengendalian diri dalam menggunakan media sosial dan game online. Pembahasan juga menekankan bahaya judi online serta pentingnya penggunaan teknologi secara sehat, produktif, dan bertanggung jawab.

Pembahasan mengenai gaya hidup sehat menekankan pentingnya menjaga pola makan, kebersihan diri, aktivitas fisik, kesehatan mental, dan keseimbangan aktivitas harian. Sementara itu, topik mengenai hubungan sosial dan keluarga diarahkan pada penguatan kemampuan berkomunikasi, membangun hubungan yang sehat, serta menghindari perilaku yang berisiko bagi perkembangan diri.

Ketua Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam IAIN Langsa, Marimbun, S.Pd.I., M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan bimbingan kelompok yang dilaksanakan mahasiswa merupakan bentuk penerapan kompetensi akademik sekaligus kontribusi program studi dalam mendukung perkembangan peserta didik di sekolah.

Menurut Marimbun, bimbingan kelompok dapat menjadi sarana yang relevan untuk membantu peserta didik memahami berbagai persoalan perkembangan melalui interaksi yang terarah, terbuka, dan saling mendukung. Proses kelompok juga memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan keterampilan berkomunikasi, keberanian menyampaikan pendapat, kemampuan memahami pandangan orang lain, serta kesadaran dalam menentukan pilihan yang bertanggung jawab.

Marimbun menambahkan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan di sekolah memiliki nilai penting bagi penguatan kompetensi calon konselor. Melalui pengalaman praktik tersebut, mahasiswa dapat mengembangkan kemampuan memimpin kelompok, membangun hubungan profesional, mengelola dinamika antaranggota, dan menyesuaikan layanan dengan kebutuhan perkembangan peserta didik.

Pelaksanaan kegiatan berlangsung dengan tertib dan memperoleh respons positif dari peserta. Keaktifan peserta terlihat dalam proses menjawab pertanyaan, memberikan tanggapan, menyampaikan pendapat, serta mengikuti diskusi pada setiap kelompok.

Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman peserta didik MTs Geudubang Aceh dalam menghadapi berbagai tantangan perkembangan pada masa remaja. Selain memberikan manfaat bagi peserta didik, kegiatan tersebut juga memperkuat hubungan kemitraan antara Program Studi BKI IAIN Langsa dan MTs Geudubang Aceh dalam penyelenggaraan layanan pendidikan yang mendukung perkembangan pribadi, sosial, belajar, dan karakter peserta didik.

Berita Terkait

Lihat Semua →